Pengumuman Terbaru :

DIsaksikan Walikota Surabaya, Bonek Dan PSHT Sepakat Damai

Di Publish : 19 November 2017    |   Kategori : Polrestabes Surabaya    |   Di Lihat : 70 Orang

Polrestabes Surabaya (19/10/17) : Suporter Persebaya Surabaya atau Bonek dan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kamis sore (12/10) mendeklarasikan perdamaian yang diinisiasi pimpinan tiga pilar Kota Surabaya dihalaman Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan, “deklarasi perdamaian ini merupakan idenya Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.”

Mohammad Iqbal menerangakan, bahwa sehari setelah kejadian, pihaknya sebenarnya telah langsung bergerak melakukan penyelidikan dan sampai sekarang sudah menetapkan lima orang tersangka dengan peran masing-masing pelaku yang berbeda-beda.

Penetapan tersangka itu, juga berkat kerja sama bonek dan PSHT. Sebab, kedua kubu juga telah sepakat menyerahkan proses hukum kepada Polrestabes Surabaya. “Tanpa kerja sama kedua pihak, kami tidak bisa bekerja secepat ini dalam menetapkan tersangka,” tutur alumnus Akpol 1991 itu.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, deklarasi perdamaian antara massa bonek dan PSHT dirasa perlu agar tidak terjadi kerusuhan yang lebih meluas.

“Awalnya saya ingin menemui pimpinan PSHT di Madiun, tapi saya dapat informasi pimpinannya masih di luar negeri. Sehingga, saya rasa cukup dengan deklarasi perdamaian ini saja,” katanya.

Risma mengingatkan bangsa ini menjadi besar seperti sekarang berkat para pahlawan dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya mengusir penjajah.

“Saya yakin pejuang kita akan menangis kalau melihat sesama bangsa sendiri saling bermusuhan karena mereka dulu itu mati-matian melawan penjajah,” tambahnya.

Komandan Korem 084/ Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli berharap deklarasi perdamaian ini menjadi titik awal bagi masa depan Kota Surabaya yang lebih aman, makmur dan tentram.

Sedangkan Ketua Cabang PSHT Surabaya Maksum Rosidin menjamin bersama segenap anggotanya akan memegang teguh perdamaian yang hari ini dideklarasikan bersama bonek.

“Bahkan sejak sebelum deklarasi, kami sudah menjaga komitmen tidak saling melakukan balas dendam dan menyerahkan proses hukum ke Polrestabes Surabaya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Koordinator Bonek, yakni Andi Peci. Dia menyatakan komitmen untuk tidak memicu kerusuhan lagi. “Kami sadar bonek masih perlu banyak pembinaan untuk berbuat yang lebih baik lagi. Tapi kami telah berkomitmen kejadian dengan PSHT ini adalah yang terakhir,” tuturnya. ***chm 

FACEBOOKSURABAYARAYA

TWITTERSURABAYARAYA

INSTAGRAMSURABAYARAYA