Pengumuman Terbaru :
  •  Polrestabes Surabaya : Tetap Layani ... Baca

  •  Jadwal Pelayanan Bus Polisi Sobo ... Baca

  •  Jadwal Bus Polisi Suroboyo Sobo ... Baca

Demi Dapatkan Rejeki Tambahan Yang Halal, Polisi Surabaya Ini Rela Jualan Pentol

Di Publish : 14 Oktober 2019    |   Dibaca : 376 kali

Hoofdbureau Surabaya, AG 28 Oktober 2016 : Maraknya kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang akhir-akhir ini digelar Kepolisian dalam rangka memberantas adanya Praktek Pungli (pungutan liar) maupun Pelanggaran lain yang dilakukan Oknum Anggota Polisi sendiri maupun Instansi Pemerintah yan lain tidak membuat salah satu anggota Satuan Sabhara Polrestabes Surabaya yang satu ini kelabakan. Demi mencukupi kebutuhannya, dia rela membagi waktunya untuk berdagang “Pentol”.

 

Brigadir Isma Diyanto (28), seorang anggota Polrestabes Surabaya yang bertugas sebagai Bintara Dokumentasi di Satuan yang dikomandoi AKBP Anthon Hariyadi sebagai Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya. Sepintas tidak ada yang istimewa dari Seorang Pria Kelahiran Sidoarjo, 9 Juli 1988 ini.

Kebutuhan Ekonomi yang semakin tahun semakin komplek dan menuntut kreatifitas setiap orang untuk mengembangkan potensinya guna meningkatkan pendapatannya. Begitu juga yang dilakukan Isma (sebutan akrab Brigadir Isma Diyanto), semenjak Pernikahannya dengan Rinza Rahmawati, dirinya memutar otak untuk mencari tambahan rizki melalui bisnis yang halal.

77247a0b-9b07-4e11-9494-61d7235290a9

Pilih bahan, Brigadir Isma kelola sendiri bisnis sampingan bersama keluarganya

Berkat keuletan anggota Polri yang Multitalenta ini, akhirnya pada tahun 2011 dirinya mencoba peruntungan dengan usaha pentol/ cilok kecil-kecilan dengan nama “Pentol 86”. Isma harus memilih sendiri bahan mentah seperti Daging dan Bumbu dan segala hal yang berkaitan dengan pembuatan pentol yang dilakukannya bersama Istri tercintanya.

Setelah melakukan sejumlah uji rasa yang dilakukan Isma bersama keluarga dan tetangganya, akhirnya dia memberanikan diri untuk memasarkan karya dibidang kuliner ke sejumlah toko dan warung di sekitar kawasan tempat tinggalnya.

Karena tidak mengandung bahan pengawet dan tempat penyimpanan yang besar. Isma kesulitan memasarkan dagangannya di awal usahanya. Belum lagi terbatasnya dana yang dimilikinya, Hal ini membuat usaha sampingan Brigadir Isma ini sempat terhenti selama beberapa tahun.

Berkat dukungan dari Istri dan Keluarganya, Pada tahun 2015 Isma mencoba bangkit kembali meniti usaha dibidang Kuliner ini demi mencukupi kebutuhan kelurga, terlebih setelah kelahiran Putra Pertamannya, Erlangga Ach. Nugraha. Isma memberanikan diri mencari tambahan modal dengan mengambil pinjaman di bank dengan jaminan surat tanah yang ia miliki.

14568103_133086980494902_5509782289481435956_n

Inovasi Kreatif Brigadir Isma untuk memasarkan Bisnisnya melalui Media Sosial

Hasilnya sungguh mengejutkan, setelah melakukan evaluasi pada Bisnis pertamanya. Kini Isma mencoba mengembangkan Bisnis dagangnya dengan menambahkan varian rasa yang digemari oleh Pangsa Pasar yang lebih banyak disasar adalah para Remaja. Jika sebelumnya Isma hanya menyediakan tiga varian rasa, kini sudah ada 7 varian Pentol yang ia miliki yakni Pentol Isi Puyuh, Sosis, Keju, Hati Ayam, Daging dan Boom (lombok).

Sudah hampir 4 bulan ini Outletnya sudah ada di salah satu Kantin Hoofdbureau (Polrestabes Surabaya). Perkembangan hari demi hari menunjukkan kabar yang cukup menggembirakan. Bahkan Isma selaku Empunya Pentol 86 mengajak rekan-rekannya di Polrestabes Surabaya untuk menjadi Investor di Bisnis yang ia geluti.

Kendati bisnis sampingan ini terus menampakkan adanya peningkatan, namun hal ini sama sekali tidak mengganggu Penugasan Brigadir Isma sebagai anggota Kepolisian di Polrestabes Surabaya. Hal ini bisa terjadi karena ia menjalankan bisnisnya di luar jam kerja sehingga Pekerjaan beres dan Bisnispun ikut beres.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari Kegigihan seorang Isma Dianto adalah Semangat Pantang Menyerah dan Inovasi Kreatif demi mendapatkan tambahan riski melalui bisnis sampingan yang halal. Walaupun memiliki bisnis sampingan namun kepentingan tugas tetap di nomorsatukan oleh Pencipta Lagu Angkatan “Bata Adi Rajasa” (angkatan Diktukba Polri Gel.II tahun 2007).

Isma berharap bisnis yang ia geluti ini terus berkembang dan dalam angannya, ia ingin memiliki Home Industri Pentol sendiri sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar tempat tinggalnya. Kini selain di Kantin Hoofdbureau Polrestabes Surabaya dan Barak Adem Dalmas, Anda juga dapat menemui Outletnya di Angkringan Vintage Kalidami, Jl. Raya Menur No.2 Surabaya.***day

FBPOLRESTABES SURABAYA

TWITPOLRESTABES SURABAYA