Pengumuman Terbaru :
  •  Polrestabes Surabaya : Tetap Layani ... Baca

  •  Jadwal Pelayanan Bus Polisi Sobo ... Baca

  •  Jadwal Bus Polisi Suroboyo Sobo ... Baca

Aiptu Pudji Hardjanto, Sumbangkan Royalti Penjualan Buku TKP Bicara Untuk Pejuang Cacat Veteran

Di Publish : 16 Oktober 2019    |   Dibaca : 351 kali

Hoofdbureau Surabaya, AG - 10 Oktober 2016 : Mayat dan benda mati adalah sesuatu yang tidak bisa diajak berkomunikasi. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Aiptu Pudji Hardjanto. Anggota Polisi yang sehari-hari bertugas di Inafis atau Identifikasi Polrestabes Surabaya.

"Butuh kejelian dan keuletan untuk mengungkap kasus. Setuhan warga atau pihak lain akan mempersulit proses penyelidikan. Sebab, TKP memiliki keterkaitan dengan Polisi mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti (BB), dan identitas korban atau tersangka" ungkap Aiptu Pudji.

Pengalaman Aiptu Pudji ini tidak hanya menjadi konsumsi untuk internal Polisi. Aiptu Pudji menuangkan pengalamannya mengungkap berbagai kasus besar dalam buku berjudul "TKP Bicara". Kendati penjualan buku sudah mencapai ribuan eksemplar, namun dirinya tidak ingin menikmati itu sendiri. Bahkan pihaknya telah memberikan royalti atas penjualan bukunya untuk Pejuang Kemerdekaan dan Cacat Veteran RI.

Pada hari Sabtu yang lalu (8/10/16), Aiptu Pudji datang ke Kantor Pejuang Kemerdekaan dan Cacat Veteran RI di Jalan Rajawali Surabaya. Maksud kedatangannya adalah untuk berbagi kepada para pejuang terutama para pejuang yang masih hidup.

Dia mengaku beberapa hari sebelumnya hatinya tergerak, ingin berbagi, memberikan bantuan. Diberikan kepada Moekari (69), veteran penghuni kantor tersebut. Moekari adalah satu dari sekian banyak pejuang kemerdekaan dan veteran yang masih hidup, menikmati hari tua dengan kaki kirinya yang palsu, berjalan menggunakan alat penyangga.

“Beberapa hari sebelumnya, pikiran dan hati saya tergerak, ingin datang kesini. Ternyata benar, disini ada sesepuh yang telah berjasa, berjuang tanpa pamrih mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan bangsa dan negara. Tidak seberapa bantuan ini, tetapi saya harap bisa menghibur dan membantu beliau,” ujar Pudji sambil memberikan tiga buah amplop berisi uang.

Sumbangan itu sebagian dari teman-temannya juga royalti hasil penjualan buku yang ditulisnya, mengupas pengalaman sebagai polisi bagian identifikasi jenazah, berjudul ‘TKP Bicara’ yang disunting Noviyanto Aji dan Martudji, wartawan di Surabaya.

Menerima sumbangan itu, Moekari yang pensiun dari Polri dengan pangkat terakhir Kapten ?itu terlihat terharu. Didampingi anaknya, Tari, dia mengatakan ribuan terimakasih dan mendoakan niat Pudji Hardjanto segera terwujud.

“Saya tidak bisa bilang apa-apa, hanya ribuan terimakasih kepada anak-anak ku sekalian yang datang ke sini, sekali lagi terimakasih,” ucap Moekari menjabat erat tangan Pudji.

Pudji datang bersama puluhan rekan-rekannya dari berbagai latar belakang dan profesi, yang peduli mengulurkan bantuan untuk pejuang.?

“Mereka ini, teman-teman komunitas yang peduli dengan pejuang kemerdekaan dan cacat veteran. Tujuan kami ingin berbagi, karena para sesepuh ini telah berjuang. Dan, hasilnya kita rasakan sampai hari ini,” tambahnya.

Lanjut Pudji, dalam waktu dekat dia ingin mewujudkan gagasannya, teman-temannya bisa membuat wadah komunitas sosial, berkiprah di bidang sosial, utamanya menyantuni pejuang kemerdekaan dan cacat veteran di berbagai wilayah di Indonesia.

“Insyaallah, segera terwujud, namanya Geppecvet RI, kepanjangan dari Gerakan Peduli Pejuang dan Cacat Veteran Republik Indonesia. Anggotanya siapa saja, warga negara Indonesia yang peduli terhadap pejuang dan cacat veteran, silahkan bergabung. Dan, mohon doanya ya,” pungkas Pudji.***day

FBPOLRESTABES SURABAYA

TWITPOLRESTABES SURABAYA