Pengumuman Terbaru :
  •  Polrestabes Surabaya : Tetap Layani ... Baca

  •  Jadwal Pelayanan Bus Polisi Sobo ... Baca

  •  Jadwal Bus Polisi Suroboyo Sobo ... Baca

Polrestabes Surabaya Punya Iptu Ayip, Atlet Bola Voli Terbaik Asia Tenggara

Di Publish : 19 Oktober 2019    |   Dibaca : 1923 kali

Hoofdbureau Surabaya, ARS 20 Oktober 2016 : Polrestabes Surabaya boleh bangga dengan memiliki atlet terbaik Voli di Asia Tenggara, Pria yang akrab disapa Genter tersebut sebenarnya namanya adalah Iptu Ayip Rizal. Genter yang dalam arti kata jawa yaitu sebuah alat pengambil buah panjang yang berada di pohon yang tinggi.

Pada tahun 2010 dirinya masuk dalam Akademi Kepolisian sampai lulus pendidikan dengan menyandang pangkat inspektur polisi dua (ipda). Pria kelahiran Landasan Ulin Banjarmasin pada tahun 1985 tersebut kini berdinas sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Surabaya.

Mempunyai karir di Voli yang cukup terang benderang. Dia pun ingin terus memimpin Indonesia di event internasional. Akan tetapi kini Iptu Ayip juga berfokus menggapai karir di kepolisian. Belajar dari anggota pun menjadi pengalaman tersendiri. Dengan status perwira polisi, kini ayib harus belajar mengatur waktu dengan profesional mana itu pekerjaan dan mana itu sebuah hobi, dan harus berjalan seiringan dengan baik, apalagi dengan adanya anak buah yang menjadi tim dan juga menjadi tanggung jawabnya di dalam pekerjaannya sehari- hari sebagai Kanit Turjawali.

Sebelum menjadi polisi, Iptu Ayip lebih dekat dengan dunia bola voli. Bahkan, sampai saat ini, suami Elsa Permata Sakti itu tidak bisa lepas dari voli. Sampai saat ini, Iptu Ayip masih tercatat sebagai Kapten tim nasional (timnas) voli Indonesia.

Prestasi Ayip juga sangat mengilap. Bersama Surabaya Samator, pemain bertinggi 193 cm tersebut pernah mencicipi dua kali podium juara. Ayip juga dua kali mengantarkan Indonesia merebut medali emas SEA Games pada 2007 dan 2009.

Iptu Ayip juga pernah dinobatkan sebagai pemain voli terbaik Asia Tenggara pada 2009-2012, Pemain terbaik Asia No.5 dan Pemain terbaik Indonesia 2008-2014. Prestasi gemilangnya itu membuatnya pernah dikontrak salah satu klub Vietnam.

Awal Pertama kelulusannya, pria berusia 31 tahun ini bertugas di SDM Mabes Polri, penyuka makanan seafood itu juga pernah ditempatkan sebagai Kanit Regident Polres Tuban.

Iptu Ayip pun mulai mengurangi intensitasnya di voli semata- mata karena juga sebagai abdi negara yaitu sebagai anggota Polisi. Karena itu dia sempat menolak tawaran dari klub luar negeri.

Karena Ingin mengejar Karirnya di Kepolisian, maka Kanit Turjawali ini terus mengembangkan prestasinya dengan belajar dan terus belajar demi menjadi sosok Polisi yang bisa menjadi Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat yang lebih baik lagi.

Iptu Ayip juga tidak pernah sungkan menimba ilmu dari para anggota polisi lainnya. Baik yang berpangkat lebih tinggi maupun yang lebih rendah. Jalur pendidikan resmi yang disediakan Mabes Polri juga diikutinya, dia mengikuti pelatihan lalu lintas di Pusdiklantas Serpong, Tangerang.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian. Sebab, sejak dulu, dirinya sangat terkesan pada polisi. Karena punya peran penting dan besar di masyarakat. Baik untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, keamanan maupun ketertiban.” Katanya saat dikonfirmasi PolrestabesSurabaya.com.

Selain tidak pernah berhenti belajar, Iptu Ayip akan memanfaatkan pengalamannya di voli untuk meniti karir gemilang di kepolisian. Statusnya sebagai kapten timnas voli disebutnya sebagai salah satu modal penting jika nanti dipercaya memimpin anak buah.

Iptu Ayip mengutarakan, kebanggaan-kebanggaan kecil sudah dicapainya di polisi. Salah satunya ketika dirinya diajak berfoto oleh masyarakat ketika dirinya sedang berada dilapangan mengatur lalu lintas, dan yang terakhir kalinya setelah menjadi juara di Piala Walikota dan Kapolrestabes Surabaya 2016 di Gor Pancasila yang lalu.

Kini pemain terbaik vietnam 2010-2011 itu juga fokus terhadap keluarganya dan juga kedua putranya bernama Axel Haikal Rizal dan Bintang Alhabsy Rizal.” Setiap tugas yang selesai dilaksanakan, ketika melihat kedua anaknya dirumah, rasa lelahnya selama bekerja seharian terasa hilang,” candanya.***Ars

FBPOLRESTABES SURABAYA

TWITPOLRESTABES SURABAYA